Blog List

Thursday, 5 April 2018

PEMBUATAN BIOETANOL DARI LIMBAH KAYU SENGON (Falcataria moluccana (Miq.) Barneby & J.W. Grimes) DENGAN METODE SUBSTRAT KONSENTRASI TINGGI

Author
Ina Winarni, Teuku Beuna Bardant

Abstract


Industri penggergajian kayu baik skala kecil, menengah dan besar banyak beroperasi di Indonesia. Pada saat mengkonversi dolok menjadi kayu gergajian menghasilkan limbah kayu berupa potongan kecil dan serbuk gergaji. Potongan kecil kayu merupakan bahan berlignoselulosa yang berpotensi untuk menghasilkan etanol. Tulisan ini mempelajari kemungkinan pemanfaatan potongan kecil limbah kayu sengon untuk menghasilkan bioetanol. Pembuatan etanol, dilakukan dengan metode substrat konsentrasi tinggi dengan menghidrolisis substrat konsentrasi tinggi, yaitu 15, 25, dan 35% dan dua konsentrasi enzim (12,5 dan 15 FPU/g substrat). Hasil penelitian menunjukkan, perlakuan konsentrasi substrat 25% dan selulase 15 FPU/g substrat menghasilkan gula pereduksi tertinggi sebesar 248,3 mg/mL; sedangkan konsentrasi substrat 35% menghasilkan kadar etanol tertinggi sebesar 17,7% dengan rendemen sebesar 38,4%. Dapat disimpulkan bahwa metode substrat konsentrasi tinggi dapat menghasilkan kadar etanol yang tinggi pada limbah kayu sengon.


Keywords


Limbah kayu sengon; lignoselulosa; hidrolisis; kadar etanol

References


Bardant, T. B., Indiyanti., & Selviyanti, T. (2012). Study of response surface methodology (RSM) on the effect of span 85 in high substrate loading enzymatic hydrolysis of palm oil EFB. Dalam The 2nd
Korea Indonesia Workshop & International Symposium on Bioenergy from Biomass (pp.2302-1454).
Cheng, N., Yamamoto, Y., Koda, K., Tamai, Y., & Uraki, Y. (2014). Amphipathic lignin derivatives to accelerate simultaneous saccharification and fermentation of unbleached softwood pulp for bioethanol production. Bioresource Technology, 173, 104-109. doi: 10.1016/j.biortech. 2014.09.093.
Converse, A. O., Ooshima, H., & Burns, D. S. (1990). Kinetics of enzimatic hydrolysis of lignocellulose materials based on surface area of cellulose accessible to enzyme and enzyme adsorption on lignin and cellulose. Applied Biochemistry and Biotechnology, 24, 67-73.
Duta, D. K. (2016). 2016, Pertamina impor BBM 8 juta barel per bulan. Diakses dari https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20160311182221-85-116856/2016-pertamina-impor-bbm-8-juta-barel-per-bulan/pada tanggal 16 Agustus 2017.
Kementerian Kehutanan Republik Indonesia.(2012). Statistik kehutanan Indonesia Kementerian Kehutanan, Jakarta
Lynd, L. R. (1996). Overview and evaluation of fuel ethanol from cellulosic biomass?: Technology, Economis, the Enviroment, and Policy. Annual Review of Energy and the Environment, 21, 403-465. doi: 10.1146/ annurev.energy.21.1.403
Purwanto, D. (2009). Analisa jenis limbah kayu pada industri pengolahan kayu di Kalimantan Selatan. Jurnal Riset Industri Hasil Hutan, 1(1), 14-20.
Rathna, G. S., Saranya, R., & Kalaiselvam, M. (2014). Bioethanol from sawdust using cellulase hydrolysis of Aspergilllus ochraceus and fer mentation by Sacharomyces cerevisae. Microbiology Applied Science, 3(12), 733-742.
Saputro, D. E. (2015). Laporan Kunjungan Industri PT Pabrik Gula Madukismo. Laporan kunjungan mahasiswa. diakses dari http://www.slideshare.netAdgilo/laporan-kunjungan-industri-pt-madu-kusumo-magelang, tanggal 3 Agustus 2017
Shintawaty, A. (2006). Prospek pengembangan biodiesel dan Bioetanol sebagai bahan bakar alternatif di Indonesia. Diakses dari https://id.scribd.com/document/80902141/Prospek-Biodiesel, pada tanggal 28 Agustus 2017.
Silverstein, R. A., Chen, Y., Sharma-Shivappa, R. R., Boyette, M. D., & Osborne, J. (2007). Acomparison of chemical pretreatment methods for improving saccharification of cotton stalks. Bioresource Technology, 98(16),3000-3011. doi: 10.1016/j.biortech. 2006.10.022.
Sukmana, H. (2015). Penggunaan pulp kayu kelapa sawit dalam produksi bioetanol dari limbah lignoselulosa. (Skripsi) Program Pendidikan Sarjana Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Winarni, I., Komarayati, S., & Djarwanto. (2017). Formulasi ragi campuran untuk produksi bioetanol dari limbah kayu sengon. Jurnal Penelitian Hasil Hutan,35(2),135-143. doi: 10.20886/jphh.2017.35.2.135-143.
Winarni, I., Oikawa, C., Yamada, T., Igarashi, K., Koda, K., & Uraki, Y. (2013). Improvement of enzymatic saccharification of unbleached cedar pulp with amphipathic lignin derivatives. BioResources, 8(2), 2195-2208.



DOI: https://doi.org/10.20886/jphh.2017.35.4.231-242


For further details log on website :
http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JPHH/article/view/1698

No comments:

Post a Comment

Mangrove Forest Management & Restoration

The Sabah Forestry Department has conserved most if not all Mangrove Forests under Class V for marine life conservation and as a natural me...