Blog List

Thursday, 5 April 2018

PENGGUNAAN PERALATAN PEMANENAN KAYU YANG EFISIEN PADA PERUSAHAAN HUTAN TANAMAN DI KALIMANTAN SELATAN

Author
Sona Suhartana, Yuniawati Yuniawati

Abstract


Permintaan kayu yang semakin meningkat, tenaga kerja yang kurang serta kemajuan teknologi yang pesat, merupakan faktor yang mempercepat penggunaan peralatan mekanis dalam pemanenan kayu. Dengan banyaknya jenis dan tipe peralatan pemanenan kayu, perlu adanya perencanaan yang matang dalam penggunaannya. Penelitian dilaksanakan di satu perusahaan hutan tanaman industri (HTI) di Kalimantan Selatan pada tahun 2007. Tulisan ini mengetengahkan penggunaan peralatan pemanenan kayu yang efisien yang dianalisis berdasarkan batasan tebang tahunan maksimum yang diibolehkan (AAC), rencana produksi, dan realisasi produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Penggunaan peralatan pemanenan kayu yang efisien sebaiknya berdasarkan rencana produksi yang baik, yaitu untuk penebangan sebanyak 10 unit chainsaw, penyaradan 20 unitforwarder, muat bongkar 19 unit excavator, dan pengangkutan 61 unit truk; dan (2) Jumlah peralatan yang digunakan di lapangan untuk penebangan berlebih, sedangkan untuk penyaradan, muat bongkar, dan pengangkutan kurang. Kondisi ini mengindikasikan bahwa penggunaan peralatan pemanenan kayu di perusahaan tak teroganisir dengan baik terutama dalam hal jumlah untuk tipe operasi tertentu, sehingga tidak efisien.

Keywords


Peralatan pemanenan kayu; efisien; rencana produksi yang baik; AAC; realisasi produksi.

References


Anonim. 1984. Teknik Dasar Pemilihan Alat-alat Besar. Technical Consultant Department, United Tractor. Jakarta.
. 1998. Pemanenan Hutan dan Pembukaan Lahan Ramah Lingkungan. PT. Intarco Penta. Jakarta.
. 1992. Cost control in forest harvesting and road contruction. FAO Forestry Paper No.99. FAO of the UN. Rome.
Si torus, M.T.F. 2000. Penebangan liar. Majalah Tropis 10 (2) : 6-9 Oktober 2000. Warta Alam Tropis. Jakarta.
Suhartana, S dan Yuniawati. 2006. Effisiensi penggunaan chainsaw pada kegiatan penebangan: studi kasus di PT. Surya Hutani Jaya, Kalimantan Timur. Jurnal Penelitian Hasil Hutan 24(1):63-76, Februari 2006. Pusat Penelitian dan Pengambangan Hasil Hutan. Bogor.
. 2007. Penggunaan alat pemanenan kayu yang efisien: studi kasus di satu perusahaan hutan di Kalimantan Timur. Jurnal Wahana Foresta 1(2):1-12, J anuari 2007. Fakultas Kehutanan, U niversitas Lancang Kuning. Pekanbaru.
Suhartana, S., Yuniawati dan Rahmat. 2007. Penggunaan jumlah chainsaw yang tepat dan efisien pada penebangan: Studi kasus di satu perusahaan hutan di Kalimantan Timur. Jurnal Rimba Kalimantan 12(1):62-66, Juni 2007. Fakultas Kehutanan, Universitas Mulawarman. Samarinda.
Surat Keputusan Menteri Kehutanan No.428/Kpts-II/2003 tentang Pedoman Perhitungan Kebutuhan Optimal Alat-alat Berat, tanggal 18 Desember 2003



DOI: https://doi.org/10.20886/jphh.2008.26.3.243%20%20-%20252


For further information log on website :
http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JPHH/article/view/1421

No comments:

Post a Comment

Mangrove Forest Management & Restoration

The Sabah Forestry Department has conserved most if not all Mangrove Forests under Class V for marine life conservation and as a natural me...